SADIS, KEJAM, BIADAP…!! WANITA DICULIK, DIPERKOSA, DIBUNUH LALU DIMUTILASI!


Berita Terbaik Hari Ini - Fitria Ningsih (21), korban mutilasi di Situbondo dibunuh lewat cara cukup sadis. Pelaku memenggal kepala wanita asal Desa Kalisat Kecamatan Sempol Bondowoso itu lewat cara ditebas memakai senjata tajam.

Hasil otopsi tunjukkan ada 4 luka bekas tebasan dibagian leher korban, hingga kepalanya terpisah dari badan. Semasing, tiga luka tebas di bagian depan serta satu lagi di leher segi belakang.

” Empat kali tebasan senjata tajam dibagian leher itu yang mengakibatkan kematian korban. Itu di kenali dari hasil otopsi semalam. Sesudah diotopsi jenazah korban telah dibawa pulang, ” kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Riyanto, Selasa

Sangkaan korban hamil juga terbantahkan lewat otopsi. Saat ditangani pembedahan, tim medis rahim janda satu anak itu. Buncitnya sisi perut korban di pastikan hanya akibat pembengkakan mayat saja.

” Hasil otopsi juga tidak bisa dapatkan apakah korban pernah diperkosa atau tidak, lantaran keadaan jenazah sudah rusak dan busuk, ” tandas sisa KBO Satreskrim Polres Pasuruan itu.

Walau demikian, sangkaan korban pernah diperkosa terlebih dulu dibunuh tetaplah cukup kuat. Sebab saat diketemukan kondisi korban dalam keadaan telanjang bulat. Pakaian korban baru diketemukan satu hari setelah mayat Fitia Ningsih diketemukan di perkebunan kopi Desa Kayumas Kecamatan Arjasa, Minggu lantas. Waktu diketemukan, celana dalam serta BH korban ada sisa robekan.

” Kami tidak ingin berspekulasi. Semuanya masih dalam step penyelidikan. Baik jumlah pelaku ataupun motifnya masihlah kami selidiki, ” pungkas AKP Riyanto.

Sesosok mayat wanita muda yang diketemukan terkubur di perkebunan kopi Desa Kayumas Kecamatan Arjasa, di pastikan korban pembunuhan. Segi kepala wanita tanpa ada jati diri itu terpenggal, sampai terlepas dari tubuhnya. Saat diketemukan, korban juga dalam keadaan tanpa ada pakaian. Terlihat sangkaan sebelumnya dibunuh, pelaku lebih dahulu memperkosa korban

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: