Liga Basket Indonesia Mencari Juara Baru


Berita Terbaru Hari Ini - Berjumpanya CLS Knights Surabaya serta Pelita Jaya Daya Mega Persada Jakarta di final Indonesian Basketball League (IBL) 2016 bikin Indonesia bakal miliki juara baru di liga basket profesional.

Liga basket profesional Indonesia terlebih dulu dikuasai oleh dua tim saja, Satria Muda serta Aspac. Mulai sejak IBL pertama kalinya di gelar pada 2003, Satria Muda sudah delapan kali jadi juara, sedang Aspac empat kali.

Walau demikian, Satria Muda serta Aspac tersingkir di semi final dalam pertandingan th. ini. Satria Muda dihentikan CLS, sesaat Aspac mesti mengaku kelebihan Pelita Jaya.

Babak final IBL musim ini bakal memakai system the best of three. Game pertama bakal dilangsungkan di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta, Kamis (26/5) besok.

" Babak playoffs serta final pastinya beda dengan babak regular season. Semua tentu ingin menang. Walau kami tiga kali menaklukkan mereka, buktinya di semi final tempo hari kami menang dengan sulit payah melawan Satria Muda, " tutur pelatih CLS, Wahyu Widayat Jati, dalam launching.

" Yang tentu tujuan kita yaitu juara. Terserah mereka bakal meladeni kami dengan bermain cepat atau lambat, kami siap tabrak serta fight di lapangan. CLS mesti believe musim ini jadi juara, " tuturnya.

" Kemampuan mereka terdapat di posisi bigman serta mereka ditempati oleh himpunan beberapa pemain nasional. Seperti supermarket, mereka itu kelas Premium (semua komplit serta ada). Namun, mereka juga miliki kekurangan, yaitu rata-rata mereka ada di umur emas, sedang di tim saya cuma 4 pemain senior (Mario Wuysang, Febri, Sandy, Thoyib), bekasnya yaitu pemain muda, " tambah Wahyu Widayat Jati.

Disamping itu, pelatih Pelita Jaya, Benjamin Alvarezsipin III, bakal mengambil momentum final ini untuk membalas kekalahan timnya dari CLS di tiga kompetisi terlebih dulu. Ia juga menyampaikan kalau pressure final berbeda dengan babak regular season.

" Saya katakan pada beberapa pemain bila kita kalah di final mungkin saja rekor pertemuan kami hadapi CLS jadi lima kali kalah sepanjang musim ini. Namun, kenapa kita tak membalas kekalahan itu dengan menaklukkan mereka di babak final di dua pertemuan saja serta saya meyakini hal semacam ini mungkin berlangsung. Pelita Jaya telah berusaha keras jadi juara preseason tempo hari serta saat ini mengambil langkah ke final, kami mesti ambillah peluang itu, " kata coach Benji, sapaan akrab Benjamin Alvarezsipin III.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: