Buat Merinding !!! Arwah Enno Pembunuhan CangkuL Minta Kasur Serta Darah nya minta Di Kuburkan


Berita Terpercaya Indonesia - Sederet peristiwa seram menyelimuti kematian Enno Farihah, seperti saat status di Facebook-nya menuliskan tidak percaya bila dianya sudah tidak ada, saat ini ada cerita mistis yang lain. Gadis berumur 18 thn itu diketemukan tidak bernyawa sesudah dihabisi oleh 3 orang pemuda yang dengan tega memasukkan gagang cangkul kedalam organ vital karyawati PT Polyta Global Mandiri itu.

Cerita seram selanjutnya disibakkan oleh seseorang sahabat Enno bernama Macita yang juga rekanan di tempatnya bekerja yang di ketahui mempunyai indera ke enam. Konon Macita menyampaikan kalau arwah Enno pernah menemuinya untuk memohon bila kasur yang bersimbah darah sisa tempatnya paling akhir meregang nyawa untuk selekasnya dikuburkan.

hal ini dapat disibakkan oleh Direktur di mana Macita serta Enno keduanya sama bekerja. Dianya mengungkap bila Macita mempunyai keunggulan lain yang tidak kebanyakan orang punyai.
Dari situ Macita pada akhirnya bisa berkomunikasi dengan arwah Enno.

Sesudah sukses lakukan ‘komunikasi’ dengan almarhum Enno, lalu ia selekasnya mengemukakan wasiat Enno pada sang direktur. Di mana Enno memberi wasiat untuk selekasnya menguburkan kasurnya serta memohon supaya ketiga pelaku pembunuhnya dihukum mati.


Tak hanya menemui sang direktur, Macita juga menyampaikan pesan ini kepada keluarga Enno. Bahkan Macita juga sempat menanyakan pada pihak keluarga, kasur itu akan dikuburkan dilokasi dekat makam Enno atau di lokasi lain. Namun keluarga besar menyerahkan semua keputusan ini kepada perusahaan dimana Enno terakhir bekerja.

Namun akhirnya perusahaan memutuskan untuk mengubur kasur yang bersimbah darah itu pada 25 Mei, di TPU Rawabadak yang berada di daerah Cengklong, Teluknaga yang ternyata berdekatan dengan lokasi dimana Enno dihabisi. Selain itu, tindakan ini harus segera dilakukan karena kasur itu mulai menimbulkan aroma yang tak sedap.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: